/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/symbols/sym-5/sym463.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ Open Bible

Rabu, 28 Oktober 2015

SATU UNTUK SEMUA




SATU UNTUK SEMUA

Pada dasarnya semua agama mengajarkan keyakinan bahwa : Tuhan adalah yang menciptakan semesta alam dan seisinya. Tuhan adalah yang menghidupi semua makhluk hidup. Tuhan adalah yang berkuasa atas semesta alam dan semua makhluk hidup. Tuhan adalah yang menjadi penyembahan dan pemujaan semua umat manusia. Tuhan adalah Yang Maha Esa. Khusus di Indonesia semua agama sepakat dengan butir kelima yang menjadi sila pertama dari Pancasila yaitu KeTuhanan Yang Maha Esa. Akan tetapi apakah masing-masing umat beragama memahami bahwa Tuhannya berbeda dengan Tuhan umat beragama lain? Jawabannya perlu pembahasan dibawah ini.

Perbedaan Bahasa

Masing-masing bangsa (umat) menyebut Tuhan sesuai dengan bahasanya, seperti: Yahudi menyebut dengan nama Yahweh, Arab dengan nama Allah, Hindia - Brahman, Inggris - God, Yunani - Deo, Bali - Sang Hyang Widhi, Sunda ada yang menyebut Gusti, Jawa dengan berbagai sebutan seperti Pangeran, Hyang Manon, Hyang Widhi, Suksma Kawekas, dll. Termasuk bangsa bangsa lain diseluruh dunia ini menyebut sesuai dengan bahasanya.

Pertanyaannya adalah apakah kalau sebutannya berbeda, dapat dikatakan Tuhannya juga berbeda? Jawabannya perlu uraian dibawah ini.



Umat beragama di dunia ini terutama yang berakal sehat, berpendapat bahwa meskipun berbeda agama, Tuhan tetap sama, karena keyakinan. Perbedaan hanya karena bahasa atau sebutannya saja.

Namun ada sebagian umat agama tertentu yang berpendapat bahwa Tuhan yang benar adalah yang sesuai dengan bahasanya atau sebutannya. Dinyatakan bahwa Tuhan yang benar adalah yang sebutannya A, kalau sebutannya B, D, G, H, S dan Y maka itu Tuhan yang salah. Pertanyaannya adalah bagaimana Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki semesta alam seisinya termasuk seluruh bahasa didunia ini, menyikapi pernyataan agama tertentu tersebut?

Tuhan Yang Maha Luhur dan Maha Kasih, sumber segala ilmu lahir dan batin, yang mengatur setiap kejadian seperti kejadian adanya berbagai agama dan berbagai bahasa di dunia ini, pastinya menerima seluruh umat manusia yang menganut berbagai agama dan menggunakan berbagai bahasa dengan tanpa pilih kasih. Ibarat seorang ibu yang memiliki banyak anak, tidak akan membeda bedakan kasih sayangnya meskipun ada salah satu anaknya yang merasa paling benar dan menganggap saudara saudaranya salah. Apalagi Tuhan yang memiliki berbagai umat dunia ini sebagai anak anakNya, tidak akan membeda bedakan satu sama lain, meskipun ada salah satu anakNya yang merasa paling baik. Tuhan Yang Maha Mulia tentu juga tidak terprovokasi oleh yang suka menjelek jelekkan saudara saudaranya. Tapi Tuhan Maha Pengampun, maka mengampuni anakNya yang satu itu, maklum dulu lahir ditempat yang gersang dan panas sehingga bertemperamen keras. Akan tetapi Tuhan juga Maha Adil, maka anakNya yang paling berbakti mendapatkan anugerah berupa kelebihan dari pada yang lain, seperti kecerdasan, kecakapan, ketrampilan, dll kemampuan.

Jadi kesimpulannya Tuhan Yang Maha Esa ini tetap menjadi Tuhannya berbagai agama yang masing masing bisa saja menyebutNya dengan bahasa yang berbeda. Sebab Tuhan hanya ada satu, Dia tidak dilahirkan dan juga tidak melahirkan.






YESI KURNIA DEWI
NIM: 15.E1.0147

Dosen Pembimbing: GREGORIUS DARU W

24 komentar:

  1. Setuju, dengan perbedaan yang ada, kita seharusnya menjaga tali persaudaraan. Godbless

    BalasHapus
  2. Saya setuju dengan artikel diatas. Kita semua bersaudara walaupun berbeda beda . Terus berkarya ya . GBu ^^

    BalasHapus
  3. setuju yes, karena perbedaan tidak selalu buruk, dengan perbedaan kita bisa saling menghormati dan menghargai sehingga kita dapat menjaga tali persaudaraan dengan sesama kita :) GBY

    BalasHapus
  4. artikel yang menginspirasi, Good job :)

    BalasHapus
  5. bagus sekali artikelnya, semoga bermanfat bagi kita semua :))

    BalasHapus
  6. Artikel yang bagus terus berkarya

    BalasHapus
  7. nice article, keep writing ya yess :)

    BalasHapus
  8. Setujuu... Menjaga tali persaudaraan antar umat beragama itu penting untuk mewujudkan perdamaian

    BalasHapus
  9. kita harus menghargai dan menghormati setiap perbedaan. nice artikel yesi ;)

    BalasHapus
  10. Bagus artijelnya semoga makin banyak nulis hal" kata gni yah.. Supaya dgn mengerti ttg perbedaan dpt mengurangi konflik antar agama.

    BalasHapus
  11. Artikelnya bagusss, terus berkarya ya:)

    BalasHapus
  12. Indahnya perbedaan bila kita dapat melihat dari sisi positifnya, terimakasih banyak Yesi sudah membuat saya semakin sadar untuk tidak saling melihat negatif dari perbedaan.

    BalasHapus
  13. good post.... semoga ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua yaa... ku tnggu post mu selanjutnya GBU..

    BalasHapus
  14. Setuju.. semoga perdamaian ini bisa terealisasi dalam kehidupan nyata di sekitar kita.. Unity in Diversity!

    BalasHapus
  15. Terima kasih utk artikelnyaa. Mengingatkan kita bahwa jauh lebih indah berbagi daripada hanya bergelut akan hal" yang memexah belah, terima kasih

    BalasHapus
  16. Good article, Yesong. Teruslah berkarya dan tuangkan inspirasi di blogmu ya. Semoga blogmu menginspirasi semua orang amiiin. GBU

    BalasHapus
  17. artikel yang menarik dan memberikan pengetahuan baru ;)

    BalasHapus
  18. tuhan itu memang satu, hanya tergantung bagaimana kita berdoa kepadanya.. nice artikel

    BalasHapus
  19. Artikelnya keren! Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  20. tuhan itu memang satu, hanya tergantung bagaimana kita berdoa kepadanya.. nice artikel

    BalasHapus
  21. artikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)

    BalasHapus