SATU UNTUK SEMUA
Perbedaan Bahasa
Masing-masing bangsa (umat)
menyebut Tuhan sesuai dengan bahasanya, seperti: Yahudi menyebut dengan nama
Yahweh, Arab dengan nama Allah, Hindia - Brahman, Inggris - God, Yunani - Deo,
Bali - Sang Hyang Widhi, Sunda ada yang menyebut Gusti, Jawa dengan berbagai
sebutan seperti Pangeran, Hyang Manon, Hyang Widhi, Suksma Kawekas, dll. Termasuk
bangsa bangsa lain diseluruh dunia ini menyebut sesuai dengan bahasanya.
Pertanyaannya adalah apakah
kalau sebutannya berbeda, dapat dikatakan Tuhannya juga berbeda? Jawabannya perlu
uraian dibawah ini.
Umat beragama di dunia ini terutama yang berakal sehat, berpendapat bahwa
meskipun berbeda agama, Tuhan tetap sama, karena keyakinan. Perbedaan hanya
karena bahasa atau sebutannya saja.
Namun ada sebagian umat agama tertentu yang berpendapat bahwa Tuhan yang benar
adalah yang sesuai dengan bahasanya atau sebutannya. Dinyatakan bahwa Tuhan
yang benar adalah yang sebutannya A, kalau sebutannya B, D, G, H, S dan Y maka
itu Tuhan yang salah. Pertanyaannya adalah bagaimana Tuhan Yang Maha Esa, yang
memiliki semesta alam seisinya termasuk seluruh bahasa didunia ini, menyikapi
pernyataan agama tertentu tersebut?
Tuhan Yang Maha Luhur dan Maha Kasih, sumber segala ilmu lahir dan batin, yang
mengatur setiap kejadian seperti kejadian adanya berbagai agama dan berbagai
bahasa di dunia ini, pastinya menerima seluruh umat manusia yang menganut
berbagai agama dan menggunakan berbagai bahasa dengan tanpa pilih kasih. Ibarat
seorang ibu yang memiliki banyak anak, tidak akan membeda bedakan kasih
sayangnya meskipun ada salah satu anaknya yang merasa paling benar dan
menganggap saudara saudaranya salah. Apalagi Tuhan yang memiliki berbagai umat
dunia ini sebagai anak anakNya, tidak akan membeda bedakan satu sama lain,
meskipun ada salah satu anakNya yang merasa paling baik. Tuhan Yang Maha Mulia
tentu juga tidak terprovokasi oleh yang suka menjelek jelekkan saudara
saudaranya. Tapi Tuhan Maha Pengampun, maka mengampuni anakNya yang satu itu,
maklum dulu lahir ditempat yang gersang dan panas sehingga bertemperamen keras.
Akan tetapi Tuhan juga Maha Adil, maka anakNya yang paling berbakti mendapatkan
anugerah berupa kelebihan dari pada yang lain, seperti kecerdasan, kecakapan,
ketrampilan, dll kemampuan.
Jadi kesimpulannya Tuhan Yang Maha
Esa ini tetap menjadi Tuhannya berbagai agama yang masing masing bisa saja
menyebutNya dengan bahasa yang berbeda. Sebab Tuhan hanya ada satu, Dia tidak
dilahirkan dan juga tidak melahirkan.
YESI KURNIA DEWI
NIM: 15.E1.0147
Dosen Pembimbing: GREGORIUS DARU W


Setuju, dengan perbedaan yang ada, kita seharusnya menjaga tali persaudaraan. Godbless
BalasHapusSaya setuju dengan artikel diatas. Kita semua bersaudara walaupun berbeda beda . Terus berkarya ya . GBu ^^
BalasHapussetuju yes, karena perbedaan tidak selalu buruk, dengan perbedaan kita bisa saling menghormati dan menghargai sehingga kita dapat menjaga tali persaudaraan dengan sesama kita :) GBY
BalasHapusartikel yang menginspirasi, Good job :)
BalasHapusbagus sekali artikelnya, semoga bermanfat bagi kita semua :))
BalasHapusArtikel yang bagus terus berkarya
BalasHapusnice article, keep writing ya yess :)
BalasHapusSetujuu... Menjaga tali persaudaraan antar umat beragama itu penting untuk mewujudkan perdamaian
BalasHapuskita harus menghargai dan menghormati setiap perbedaan. nice artikel yesi ;)
BalasHapusBagus artijelnya semoga makin banyak nulis hal" kata gni yah.. Supaya dgn mengerti ttg perbedaan dpt mengurangi konflik antar agama.
BalasHapusartikel yang bagus,like this :P
BalasHapusArtikelnya bagusss, terus berkarya ya:)
BalasHapusIndahnya perbedaan bila kita dapat melihat dari sisi positifnya, terimakasih banyak Yesi sudah membuat saya semakin sadar untuk tidak saling melihat negatif dari perbedaan.
BalasHapusnice writing, keep going.
BalasHapusgood post.... semoga ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua yaa... ku tnggu post mu selanjutnya GBU..
BalasHapusSetuju.. semoga perdamaian ini bisa terealisasi dalam kehidupan nyata di sekitar kita.. Unity in Diversity!
BalasHapusnice article yesi :)
BalasHapusTerima kasih utk artikelnyaa. Mengingatkan kita bahwa jauh lebih indah berbagi daripada hanya bergelut akan hal" yang memexah belah, terima kasih
BalasHapusGood article, Yesong. Teruslah berkarya dan tuangkan inspirasi di blogmu ya. Semoga blogmu menginspirasi semua orang amiiin. GBU
BalasHapusartikel yang menarik dan memberikan pengetahuan baru ;)
BalasHapustuhan itu memang satu, hanya tergantung bagaimana kita berdoa kepadanya.. nice artikel
BalasHapusArtikelnya keren! Semoga bermanfaat
BalasHapustuhan itu memang satu, hanya tergantung bagaimana kita berdoa kepadanya.. nice artikel
BalasHapusartikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)
BalasHapus