Aku bukan putri yang terlahir dengan sejuta kebahagiaan.
Aku sama dengan kalian semua. Memang hidup bukan hanya ada suka tapi pasti ada
duka. Keduanya beriringan, sejak kita terlahir ke dunia hingga kita masuk ke
liang lahat. Bukan hidup jika hanya ada suka. Bukan hidup jika hanya ada duka.
Hidup adalah suka dan duka.
Sedikit cerita saja, dulu aku sering sekali mengeluh. Kenapa sih aku kayak gini? Kenapa sih
Allah nggak adil? Kenapa sih Allah gini? Kenapa sih Allah gitu?. Selalu yang
terlontar itu “kenapa Allah...” banyak sekali keluhan yang terlontar dariku. Hidup
terasa tidak berwarna, tidak ada warna lain selain hitam dan putih yang
mewarnai hidupku. Hidup terasa monotoh dan membosankan. Tetapi semua nya telah
berubah.
Ya, semua berubah dan menjadi indah
sejak cahayanya menembus ke belantara jiwaku. Seketika itu hitam dan putih pun
melebur menjadi jutaan warna dengan segala keakuratan warnanya. Aku tahu, aku
tahu apa yang kini kalian rasakan dan apa yang dulu pernah ku rasakan…itulah
hati yang kering dari iman, itulah hati yang awam pada Tuhan.
KENALI ALLAH, KENALI ALLAH, KENALI
ALLAH…
Hanya itu solusi yang bisa kuberikan pada kalian.
Karena cukuplah Allah sebagai sandaranmu maka yakinlah bahwa
engkau tak akan terjatuh.
Karena cukuplah Allah tempatmu mengeluh maka yakinlah bahwa Dia
mampu mengangkat masalahmu.
Karena cukuplah Allah sebagai penolongmu maka tak perlu ada lagi
yang engkau khawatirkan…
Allah itu pengasih, penyayang, dan tak pernah mau menzhalimi
hambaNya…
Allah itu senang mendengar engkau meminta, mengadu, memohonkan segala
sesuatu…
Maka dari itu Allah senang mendengar hambaNya berdoa…
Jangan khawatir, Allah pasti mendengar setiap detail yang engkau
utarakan…
Karena Dialah sebaik-baik pendengar .
Percayalah, Dia tidak akan mau menzhalimi dan menyakiti
hambaNya.
Percayalah :)
Karena semakin mengenalNya maka semakin ada cinta :)
Bukan berarti aku sudah mencintaiNya…
Sampai sekarang pun aku masih meminta untuk diajari olehNya
Bagaimana cara yang benar untuk mencintaiNya
Terkadang kita ini terlalu egois…
Menuntut ini dan menuntut itu pada
Allah, sedang kita sendiri tidak suka dituntut oleh aturan-aturan yang Allah
buat.
Lihat betapa banyak orang
mempertanyakan kenapa harus menutup aurat? Kenapa harus pakai jilbab? Mengganggu hak asasi saja!! Lihat betapa banyak orang
yang memberontak dan tidak suka dengan aturan Allah yang melarang hambanya
untuk berpacaran…kenapa sih nggak boleh pacaran? Ini kan soal perasaan!! Kenapa
kenapa kenapa??
Tapi Allah?? Apa Allah pernah bertanya
kenapa kamu meminta bahagia? Kenapa kamu meminta hidup kaya? Kenapa?? Bukankah itu
adalah hak-Ku menjadikan kamu bahagia atau menderita. Bukankah itu adalah
hak-Ku menjadikan kamu miskin atau kaya. Allah tidak demikian. Allah itu dengan
segenap kasih sayangNya menurunkan ayat ini:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka
hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. 2:
186)
Lihat bagaimana cara Allah
menuturkannya…
Allah terlebih dahulu mengutarakan apa
yang akan Dia beri baru mengutarakan apa yang Dia minta dan di jelaskan kembali
bahwa apa yang Dia minta tak lain juga untuk kebaikanmu…
Subhanallah :) tidakkah bergidik
hatimu mendengar ayat seperti ini?
Itu janji Allah, janji yang tak kan
pernah Tuhanmu ingkari :)
Kita ini terlalu kikir…
Setiap apa yang kau punya…setiap apa
yang engkau miliki, itu dari Allah datangnya. Itulah pemberian Allah. Pikirkan
berapa banyak pemberiannya sejak kita lahir ke dunia. Ketika engkau
merasa bahagia memiliki orangtua yang begitu menyayangimu, ingatlah itu dari
Allah datangnya. Dari Allah yang begitu memperhatikan kebahagiaanmu, hingga Dia
mengirimkan orangtua untuk mendampingi liku-liku hidupmu di dunia. Pernahkah
kau mensyukurinya? Sadarkah engkau bahwa itu salah satu bentuk kasih sayangNya??
Namun, entah begitu sering kita
memandang pemberiannya dengan sebelah mata. Begitu sering kita lupa membaca
hamdalah. Bahkan lupa kalau ini adalah pemberianNya. Astaghfirullah.
Pikirkan ini, ketika Allah senantiasa
mencurahkan nikmatNya…kita lupa bersyukur. Namun, ketika Allah hanya mencabut
satu nikmat yang kita tengah rasakan, kita meraung-raung…menyalahkan-Nya.
Kenapa ya Allah kenapa? Apa salahku ya Allah?
Iringilah hidup kita dengan istighfar
dan hamdalah
Karena memang tiap detik kita
menikmati pemberiannya namun seringkali kita bermaksiat padanya.
“Alhamdulillah astaghfirullah”


Iya setuju
BalasHapusnice artikel
Terus berkarya kak ^^
BalasHapusIni sangat menginspirasi . Kami tunggu post berikutnya ya kaaaakkk ^^ GBU~
artikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)
BalasHapus