alimat bernada setengah sinis seperti, "
hari gini, mana ada makan siang gratis ?", rasanya cukup akrab terdengar
di sekitar kita. Kata kata seperti itu menandakan bahwa kita hidup di
dunia yang serba penuh perhitungan. Apapun dihitung untung ruginya. Saya
membayar makan siangmu, kamu membayar makan malamku. Bukankah hidup ini lebih
enteng rasanya kalau kita tidak harus menghitung dan mencatat segalanya?.
Pengalaman hidup saya sendiri membuktikan bahwa hanya dalam
memberi saya menerima. Artinya ketika saya memberi dengan tulus dan ikhlas,
apakah itu materi, waktu, perhatian, maupun turut mendoakan, maka saya menerima
kebahagiaan yang luar biasa dan tak terukur dengan uang, karena saya tahu
bahwa balasan manusia itu terbatas dan mungkin mengecewakan. Tapi ketika Tuhan
memberi, maka itu selalu dalam kelimpahan. Tuhan kita sendiri.
Jadi, sekeras apapun usaha kita buat mendapatkan kekayaan duniawi tapi kalau
Tuhan tidak menyertai maka sia-sialah usaha itu. Karna itu, Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar